Apa yang membuat Istri dan Suami menarik??

17 07 2007

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi
dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian
dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu.
From a distance, saya mencoba mengurai sifat dan sikap menarik dan
menyenangkan dari seorang istri.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu
relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable.
Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa
menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval
waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui
interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi
kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari
kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual
dan kecerdasan religius.

Maka kemenarikan seorang istri, menurut saya paling tidak tercermin dan
menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

Read the rest of this entry »





Di Jalan Dakwah Aku Menikah

13 07 2007

Atribut yang diberikan Islam kepada kita, salah satunya adalah dai ilallah. Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh waktu kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, sebab dengan itulah Islam terkabarkan kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan keseharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku yang menunaikan pertama kali, sebelum mengajak kepada yang lainnya.

Pernikahan akan bersifat dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam di satu sisi, dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya, pada sisi yang lain. Dalam memilih jodoh, dipilihkan pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas. selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah : apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? mari saya beri contoh berikut. diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap menikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai usia 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah usia 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsinya dan peran sebagai isteri dan ibu di rumah tangga.

Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih dia sebagai calon isteri anda?

Read the rest of this entry »





Menikah, Kenapa Takut?

13 07 2007

Menikah, Kenapa Takut?
Oleh: DR. Amir Faishol Fath

“MENIKAH”

Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga, mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?

Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.

Saya sering ngobrol, dengan kawaan-kawan yang masih melajang, padahal ia mampu untuk menikah. Setelah saya kejar alasannya, ternyata semua alasan itu tidak berpijak pada fondasi yang kuat: ada yang beralasan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu, ada yang beralasan untuk mencari ilmu dulu, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan mengulas mengenai mengapa kita harus segera menikah? Sekaligus di celah pembahasan saya akan menjawab atas beberapa alasan yang pernah mereka kemukakan untuk membenarkan sikap.

Read the rest of this entry »





Cinta Adalah Fitrah Yang Suci

13 07 2007

mawar.jpg

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Rum ayat 21)Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram

Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan , penghargaan dan kerinduan , disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Read the rest of this entry »





Risalah Nikah

13 07 2007

rose5.jpg


Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kala kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan dirimu bila kamu tidak ada disisinya. Setelah Rasulu llah SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba” [Aah…semua perilakunya indah].Allah berfirman:
“Diantara tanda-tanda keangungan Allah, ialah Dia ciptakan bagimu, dari jenis-jenismu sendiri, pasangan-pasangannya. Supaya kamu hidup tentram bersamanya, dan Allah jadikan bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir”. [QS 30 : 21]

Ayat ini ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, gemuruh halilintar dan keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Dia ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia yang bersedia berdiri dengan setia disamping kita, yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang mau menerima perasaan tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih, yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah dan memperkuat hati.

Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu Akad Nikah, agar hubungan antara pecinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai Mitsaqon Ghalidon [perjanjian yang berat]. Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi [QS 33 : 7]. Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 : 154]. Dan Ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan [QS 4 : 21].

Peristiwa Akad Nikah bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah. Akad Nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tuanya, saudara dan sahabat-sahabat tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Rabbul Izzati [Penguasa Alam Semesta]. Maka apabila kamu sia-siakan perjanjian ini, ikatan yang sudah terbuhul, janji yang terpatri, kamu bukan hanya harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir, tetapi juga dihadapan Allah Rabbul Alamin.

Read the rest of this entry »





Karunia Cinta

12 07 2007

 

Ya Rabb…Sang Pencipta Cinta dan Pemberi Rasa Cinta
Satukanlah hati kami dalam keridhaanMu
Satukanlah jiwa kami dalam ketaatan kepadaMu
Berikanlah keikhlasan di hati kami
Berikanlah kesabaran di hati kami

Ajarkanlah kami untuk saling menghormati
Ajarkanlah kami untuk saling mengerti
Ajarkanlah kami untuk saling menyayangi
Ajarkanlah kami untuk saling memahami
Ajarkanlah kami untuk saling mengingatkan dalam kebaikan

Bimbinglah kami untuk selalu berada di jalanMu
Bimbinglah kami untuk senantiasa mengingatMu
Bimbinglah kami untuk selalu bersyukur kepadaMu
Bimbinglah kami untuk senantiasa mengejar hidayahMu

Jadikanlah cinta ini selalu dalam naungan cintaMu
Bawalah cinta ini dalam indahnya KeAgunganMu
Karuniakanlah kami Surga CintaMu
Dalam ikatan suci keluarga sakinah

rose-biru-jpg.jpg


“Dua Hati Merangkai Kata “

-Sri Rahayu&Sigit Kurnia Putra-





Dua Jendela

12 07 2007

jendela.jpg


Ad
a dua jendela yang selalu kita buka untuk menjaga kesehatan. Pertama, tentu saja jendela di rumah, di setiap kamar dan ruangan yang berjendela. Bukalah jendela setiap pagi agar terjadi sirkulasi udara pagi yang sehat menggantikan udara di dalam rumah. Tak hanya itu, jendela yang terbuka juga memungkinkan masuknya sinar matahari dan menghangatkan seisi rumah.

Jendela yang senantiasa terbuka, membuat udara di dalam rumah terus berganti dan selalu segar. Itu memungkinkan seisi rumah terus menerus mendapatkan kesegaran karena ruangan tidak lembab dan terlihat lebih cerah. Udara pagi mengalirkan kesejukkan, udara siang memberi kehangatan, dan semilir angin sore yang menembus celah-celah jendela menyajikan kelembutan senja.

Sebelum malam tiba, jendela pun harus ditutup kembali dengan membiarkan angin malam menerobos tipis di setiap himpitan jendela dan ventilasi rumah. Sekadar menjaga kehidupan terus berlangsung meski semua mata penghuni sudah terpejam.

Belum selesai…

Ada satu jendela lagi yang terus menerus dibuka setiap hari. Yakni jendela hati. Biarkan ia terus terbuka lebar agar menjadi terang dan menerima semua kebaikan kehidupan. Hati yang senantiasa terbuka memberi kesempatan dengki, iri, sirik, riya, angkuh, sombong, dan segala keburukan hati keluar menjauh dari dalam hati.

Jiwa yang tertutup hanya akan membuat segala penyakit betah bersemayam dan terus menggerogoti dinding-dindingnya. Sekuat apa pun dinding jiwa itu, semakin lama akan terkikis habis sehingga tak mampu menjalankan perannya untuk menyaring dzat baik atau buruk untuk sang jiwa. Atau boleh jadi, tertutupnya jendela hati menyebabkan menebalnya karat di dinding hati sehingga lama kelamaan hati ini membatu.

Jika jendela rumah kita harus ditutup setiap malam menjelang. Jangan biarkan jendela hati tertutup. Biarkan ia terbuka terus menerus tanpa perlu menguncinya rapat-rapat. Tak peduli pagi, siang, maupun malam hari, teruslah membuka hati agar sesiapa pun yang bertamu ke dalam hati Anda merasakan ketentraman dan kedamaian.

Dengan selalu membuka semua jendela di hati, pikiran jernih, sikap bersih, tindakan pun terarah. Dari hati yang senantiasa terbuka, segala apa pun yang terserap ke dalamnya akan bermakna kebaikan. Bahkan sebuah kritik pedas pun akan terasa manis. Semoga.

Sumber : BG