Belajar Berhenti Mengeluh

12 07 2007

Wacana sederhana ini terinspirasi dari bagian epilog buku “Kado Pernikahan untuk Istriku” disana mengutip perjuangan dan kemuliaan Fatimah azZahra yang tiada pernah terlontar keluhan sedikitpun dari lisannya…Subhanallah….
-Sri Rahayu-

Tak jarang bibir ini mengucapkan hal-hal yang bersifat keluhan, keputusasaan, bahkan pertanyaan kepada Allah atas apa yang terjadi. Padahal, bila saja mata ini mau terbuka lebih lebar lagi, masih banyak saudara kita yang keadaannya lebih kurang dari yang kita miliki.

Astaghfirullah…

Kadang kita tak berhenti mengeluhkan tentang keadaan. Yang kita pikir, seharusnya kita bisa lebih baik dari ini. Hanya ucapan kekecewaan dan penyesalan yang ada. Memang, kita harus selalu ingin jadi lebih baik. Tapi bersyukur dengan apa yang ada juga sangat penting, karena tanpa rasa syukur itu hidup dijamin tidak akan bisa sambil tersenyum.

Setidaknya, kita pernah merasakan hal tersebut. Bahkan mungkin, pernah mengalami apa yang disebut kekecewaan, penyesalan, keterlambatan dalam mengerjakan suatu hal yang bila kita melakukan hal tersebut mungkin kita akan lebih baik dari sekarang, dan sebagainya.

Seberat apapun perasaan kecewa yang kita rasakan dalam hidup ini, janganlah pernah mengeluh. Mulai dari sekarang, camkan dalam diri agar kita bisa berhenti mengeluh. Karena sesungguhnya, mengeluh itu sama saja artinya dengan tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Astaghfirullah…


Actions

Information

One response

13 07 2007
Ayu

Bismillah…ya Rabb…jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar. Amiin Allahumma Amiin.

Hakekat Kesabaran

Sabar, secara bahasa berarti mencegah atau menahan. Menurut syariat, sabar berarti menahan jiwa dari rasa keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian atau pun ungkapan-ungkapan kesedihan lain.

Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Bila Alloh suka kepada suatu kaum maka mereka akan diuji. Jika mereka ridho maka Alloh ridho dan bila dia marah maka Alloh pun akan marah padanya.” (HR: Tirmidzi)

Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Tidaklah musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Alloh akan menghapus dosanya, sekalipun musibah itu hanya tertusuk duri.” (HR: Bukhori)

“Ujian akan terus datang kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Alloh tanpa membawa dosa.” (HR: Ahmad dan Tirmidzi)

Keep Fight and Keep Smile🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: